Buat Kamu yang Merasa Hidup Itu Tak Adil

sumber gambar: sepositif.com



Pasti di antara banyak orang pernah mengalami insecure, mengalami titik terendah dalam hidup. Dimana kita melihat orang lain sudah merasa bahwa kita ini sangat tertinggal jauh. Sedangkan kita belum memiliki apa-apa.

Marah, kesal, kecewa, benci dengan diri sendiri. Itulah yang terkadang dirasa bila kita fokus kepada kesuksesan orang lain. Padahal setiap orang memiliki kesuksesan yang berbeda. Tidak masalah bila kita baru akan memulai. Tidak ada kekalahap dalam hidup ketika kesuksesan seseorang akan tertinggal.

Lebih baik fokus terhadap diri sendiri, fokus berbenah diri, fokus terhadap yang kita sukai. Terus lebih baik dan lagi. Tanpa melihat kanan kiri agar tidak terjadi rasa iri dan dengki.

Istiqomah Sweet



Saat aku sedih, aku membiarkan diriku dipengaruhi olehnya. 

Aku beri waktu pada hati untuk menata diri. Biarkan diri ini menikmati kesedihan dan kesengsaraan. 

Duduk termenung dengan mendengarkan detik waktu akan memberi energi untuk melepas kesedihan. Setelah itu logikaku akan datang dan mulai mengendalikan diriku. Dia akan membantu hati menata dan mengembalikan sisi positifku.

Maria



Sering kali, masalah itu datang semaunya. Tanpa diminta, tanpa meminta izin kepada kita. Rasanya cukup menyebalkan. Ingin melampiaskan pada sesuatu, tetapi tidak menemukannya. Ingin berteriak sekencang-kencangnya. Namun, pada akhirnya hanya bisa duduk di balik pintu sembari merenung.

Aku mencoba mencari dan mencari, mencoba bertanya dan bertanya. Aku harus apa? Bagaimana cara menyelesaikannya? Biasanya, setelah berpikir cukup panjang dan menenangkan diri cukup lama. Akan ada satu titik terang, akan ada jawaban untuk langkah selanjutnya.

Azhariatul Aini



Merasa tidak layak untuk kembali berdiri? Semua orang pernah mengalami itu. Bukan hanya kalian, kita juga pernah benar benar dititik yang pahit. Satu sisi ingin menyerah karena tak sanggup, sisi lain merasa tertantang untuk segera bangkit. 

Bingung boleh kok, sedih juga boleh, asal ada porsinya. Jangan terlarut dan tenggelam terlalu lama, itu kurang baik ya. Berdamailah dengan pikiran kalian dahulu dan memaafkan diri sendiri, selanjutnya silakan mencoba lagi. Semangat buat kalian yang sedang terjatuh! Kalian masih layak untuk berdiri.

@writing_kita



Seperti malam yang menggeser siang. Bulan yang menggantikan matahari. Demikian pula dalam kehidupan ini. Ada duka, ada derita. Masalah bertubi, seolah tak ada akhir. 

Tapi yakinlah, pada waktunya, masalah akan berganti bahagia.

Berserah kepada Sang Pencipta. Berprasangka baik kepada-Nya. Satu jalan tertutup, seribu jalan akan terbuka. Atas izin-Nya.

Tri Kundarni



Segalanya tercipta berpasang-pasangan ada lelaki perempuan, atas bawah, kanan kiri, depan belakang, surga neraka, jauh dekat begitu pula sedih bahagia, suka duka. Hebatnya sedih bahagia, suka duka setiap orang sudah ada takarannya yang benar-benar pas buat dia menjalani hidup. Jadi, disaat kita terlalu bahagia Dia sudah menyiapkan target sedih untuk kita diwaktu tertentu yang membuat kita sadar akan kesalahan apa saja yang mungkin tidak sengaja kita lakukan. Kemudian dengan sendirinya kita meminta pertolongan kepada-Nya karena tidak ada siapa-siapa di dunia ini yang bisa menyelesaikan masalah karena memang masalah hadir dari-Nya yang Dia juga sangat tahu solusinya, masalah mudah sekali ditarik kembali oleh-Nya.

Kehadiran masalah itu untuk menguji tingkat iman kita. Bagaimana iman kita kepada-Nya. Jika dikala bahagia kita lupa apakah dikala sedih kita juga lupa dengan-Nya, lupa mengagungkan-Nya, lupa meminta ampunan dan pertolongan-Nya. Melalui masalah  Dia menyadarkan kita atas segala kesalahan yang kita lakukan dan akan terlihat benang-benang solusi. Kita menjadi lebih baik dengan hadirnya masalah. Masalah juga menjadi pengingat bahwa manusia itu lemah, tidak punya apa-apa, tak berdaya hanya Dia yang Maha Kuasa, Dia yang meminjami kita semua ini, kita wajib meminta pertolongan dan perlindungan-Nya.

Semua akan hancur lebur menyisakan kita yang siap mempertanggungjawabkan  amal yang kita tanam di dunia.

Erna Septiana (@rsana09)



Frustasi. Satu kata yang membuat seseorang semakin terpuruk. Saat apa yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Tidak mendapatkan respon positif, bahkan dihina oleh mereka yang suka menghakimi. 

Satu kata yang membuat seseorang merasa sendiri dan tidak berharga. Jika kita merasa begitu. Kembalikan pada Tuhan. Tuhan yang mengatur segalanya. Keluhkan pada-Nya dan minta petunjuk. Jika kamu sudah melakukan hal tersebut, tulislah dalam sebuah tulisan. Percayalah, itu akan membuatmu lebih ikhlas menerima semuanya.

Diyah Ayu



Setiap manusia pasti akan mengalami masa yang sulit. Sesulit apapun itu yakin bahwa Allah akan memberi jalan kemudahan. Ingat, kita adalah manusia terpilih untuk menjalankannya, bukan orang lain. Amanah tidak akan salah memilih pundak.

Ketika semua terjadi, tarik napas dalam-dalam. Renungkan mengapa semua terjadi. Beristirahatlah dan tataplah hari esok dengan optimis. Allah pasti akan memberi jalan keluar. Terkadang kita perlu berhenti sejenak agar mampu berlari lebih jauh.

Ratnawati



Jujur, saya lelah. Saya lelah dengan kenyataan hidup yang seolah menghantam ringkih. Meruntuhkan benteng yang bertahun saya bangun. Menghancurkan segala daya upaya yang saya perjuangkan. Semua musnah, hilang, akhirnya semua usai. Tidak berbekas. 

Tapi, saya percaya, hidup tidak selamanya berotasi dalam gelap. Mungkin kali ini saya jatuh begitu dalam sampai nyaris tenggelam. Tapi besok, saya akan terbang lebih tinggi dari sebelumnya. Saya percaya bahwa terang akan menyusul setelahnya. Bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan doa dan ikhtiar hamba-Nya. Bismillah. Biidznillah.

Ulul ilmi arham



Hidupku dipenuhi masalah yang berat, aku hampir menyerah dan kalah. Saat mengalami kegagalan, aku tak sanggup memandang masa depan. Aku begitu rapuh dan lemah, terbelenggu oleh rasa putus asa.

Apakah aku harus terus begini, hanya bisa menangisi semua yang telah terjadi, penyesalan datang saat semua sudah terjadi. Ke manakah kuharus melangkah dan berpijak. Hidupku dalam dilema, hanya Tuhan tempatku melangitkan doa, berharap sebuah asa.

Maryanah



Saat masalah datang bertubi-tubi atau masalah yang rumit atau apa yang dilakukan tidak sesuai rencama, terkadang kepala terasa penat. Tidak jarang emosi menjadi tidak stabil. Antara perasaan kesal, marah, dan kecewa bercampur aduk. Kepala tidak lagi berpikir jernih.

Nah, bagaimana caranya agar dapat bangkit kembali. Mencoba meluangkan waktu untuk menenangkan dan memulihkan diri. Istilah kerennya me time. Rehatlah sejenak. Lakukan kegiatan yang membuat pikiran jernih seperti membaca buku, menonton film, dan lain sebagainya. Jika sudah tenang barulah memulainya kembali dan bersikaplah realistis. Cari jalan keluar alternatif jika cara yang ada tidak berhasil.

Tetap bersabar dan istighfar. Jangan menyerah dan terus berdoa. Tetap berusaha dan tetaplah berpikir positif. Ingatlah, Allah SWT selalu bersama kita.

Aumy Re



"Ah, aku pusing mikirin masalah yang datang bertubi-tubi, kapan semua ini akan berakhir?"

Rasanya terlalu lelah jika hidup selalu dalam masalah. Aku harus memikirkan jalan keluarnya. 

Aku tak ingin hidup terus seperti ini, bagaimana pun caranya aku harus bangkit kembali.

Cut Bunaiya



Setiap orang pernah mengalami masalah terberat dalam hidupnya. Sebagian dari kita ada yang mencari solusi  dengan mengasingkan diri  dan menanggung beban sendiri tidak ingin orang lain mengetahui masalah yang dihadapinya. 

Menurut saya, mengasingkan diri atau menyimpan masalahnya sendiri itu kurang baik. Lebih baik kita mencari teman atau orang yang dapat dipercaya untuk membantu menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Dengan begitu beban pikiran kita bisa lebih ringan dan bisa terhindar dari depresi. 

Tri Astuti



Kabut hidup bisa datang dan menyandera siapa saja. Tak tebang pilih. Posisi berat untuk dihadapi juga diakui. Sudah tentu frustasi. Langkah nyaris berhenti menapaki, tapi rontaan hati mengadu untuk berani.

Berhenti sejenak adalah cara yang kupilih. Menilik ulang rencana dan membuang yang usang. Mereposisi langkah agar tak lagi tersesat di perjalanan. Seraya mengingat Tuhan agar memberi lentera kebangkitan.

Wirda Febriana, @katafebriana



Setiap yang hidup pasti merasakan mati. Yang pergi tak akan kembali meski beribu maaf, kamu ucapkan. Menangisi keadaan apalagi menyesali apa yang telah terjadi, hanya akan melemahkan jiwa dan raga. 

Namun, seandainya .... 

Iya, manusia sangat mudah berandai setelah melakukan kesalahan. Harusnya sebelum melakukan sesuatu berpikirlah yang bijak agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Cut Rizka Safrianti



Permasalahan ini semakin membelenggu pikiran dan hatiku, semua usaha telah kulakukan agar ini bisa selesai. Tapi mengapa jalan keluar ini tak kunjung terlihat.

Ya Allah, apa yang harus kulakukan? Detik demi detik berlalu tanpa terasa, sampai akhirnya kaki ini mulai melangkah mengambil air wudhu dan bermunajat kepada Allah agar bisa meringankan beban hati ini.

Pada akhirnya, tempat segala awal dan akhir adalah Allah. Bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hamba-Nya.

Ketika manusia seakan melihat bayangan hitam dihadapannya dan merasa tidak ada jalan keluar lagi.  Berusahalah sebaik mungkin, berdoalah dan yakinlah bahwa ada cahaya ketika awan hitam menerpa keresahan hati.  Dan Kita akan tetap melangkah sampai diujung waktu.

Qathrin Nada



Sebagai manusia biasa, kadang saya merasa insecure. Apakah saya sudah melakukan yang terbaik? Apakah rencana berjalan sesuai harapan? 

Namun, saya selalu mencamkan taklimat ini kuat-kuat dalam hati, "Kesempurnaan hanya milik Allah swt," sudah sewajarnya saya menerima semua hal dalam diri, termasuk kelemahan. Hal yang paling utama adalah tetap melangkah meskipun masih tertatih dan belajar. Yakinlah bahwa segala sesuatu bergantung pada niat dan usaha, bukan hasil semata. Insyaallah kita akan lebih ikhlas dengan ketentuan dari-Nya.

Ravistara



What  You Do? Sering kita bertanya seperti itu, apa yang harus kulakukan saat ini, hari ini, serta untuk esok hari ? Tak perlu risau bila kita mengalami sesuatu kejadian atau peristiwa apa saja mungkin tidak menang dalam perlombaan, mungkin tidak lulus ujian, mungkin terkena PHK, dan mungkin sedang mengalami dilema.

Yang pertama dapat kamu lakukan tetap lakukan apa yang sudah menjadi bagian kamu, tugas kamu, atau tanggung jawab kamu, tetap lakukan yang terbaik. Kemudian rasakan isi hati Tuhan bahwa Dia tetap peduli dengan kamu, Dia bukan hanya bersama kamu, Dia bukan hanya menyertai kamu tetapi Dia selalu ada buat kamu. Selanjutnya kamu harus peka, kamu harus merasa dekat, harus perhatian dengan Tuhan agar kamu dapat mendatangkan kedamaian, keramahan, kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain serta responlah secara positif.

Junina



Tidak semua impian jadi kenyataan. Tidak semua keinginan di genggaman. Maka saat kecewa tiba, saat pengorbanan bagai sia-sia, yang pertama kulakukan adalah berbaik sangka. Bukankah semua langkah telah kuawali dengan doa? Hingga tak perlu bagiku untuk berkeluh kesah, tak perlu untuk menyesali berlama-lama.

Tugasku hanyalah berusaha, sementara yang kuasa mengatur segalanya. Seorang muslim pantang baginya berputus asa. Karena setiap usaha selalu disandingkan dengan doa. Sehingga saat kesuksesan bukan miliknya, artinya Allah akan memberi yang lebih baik dari yang ia kira.

La Syakka



Pada musim pandemi ini banyak orang merasa khawatir, merasa takut, kadang perasaan takut yang berlebihan sehingga panik, yang akibatnya selalu merasa cemas yang akibatnya terjadi psikomatik.

Rasa cemas dan ketakutan yg selalu menghantui itu mengakibatkan mental jadi lemah, yang mengakibatkan depresi. Maka untuk menghilangkan perasaan itu, harus menanamkan keyakinan pada diri, dan hindari selalu informasi-informasi yang dapat membuat semakin cemas, dekatkan diri pada sang Kholiq. Dan tetap tenang dalam menghadapinya. 

Helly Haryanti



Setiap manusia tentu pernah terpuruk, merasa berada di titik terendah dalam hidupnya, termasuk saya. Ada berbagai macam alasan yang menyertainya, mulai dari konflik keluarga, masalah finansial, problem rumah tangga, perbedaan pendapat dengan teman, dan sebagainya. Semua hal ini adalah sesuatu yang wajar terjadi dan akan selalu dialami selama manusia bernapas. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana menghadapi situasi tersebut dengan respon yang tepat.

Respon pertama yang keluar setelah kita mendapatkan masalah adalah emosi negatif, entah itu marah, sedih, kesal, kecewa, dendam, jengkel, dan berbagai emosi negatif lainnya. Sekali lagi ini adalah reaksi yang wajar, justru emosi negatif ini sebaiknya dikeluarkan di awal. Setelah emosi negatif ini kita lepaskan, barulah kemudian masuk ke fase berikutnya, merespon melalui tindakan. Ada yang merespon dengan tindakan negatif, seperti: bermalas-malasan, mencari alasan, mencari pembenaran, menunda-nunda, dan tindakan negatif lainnya. Namun, ada juga yang merespon dengan tindakan positif, seperti: introspeksi diri, evaluasi, dan refleksi.

Lalu, bagaimana sikap yang tepat? Sikap yang paling ideal adalah *merespon dengan emosi positif dan tindakan positif* dengan demikian kita akan lebih cepat _move on_ tetapi jika belum bisa, merespon dengan emosi negatif dan tindakan positif jauh lebih baik dibandingkan merespon dengan emosi negatif dan tindakan negatif.

Miss Ika



"He he he sialan dikerjain aku." Jalidin malu-malu sambil menutup mukanya. Maksud dia cuma mau mengantar ponakan, Ibunya lagi dinas luar kota. La kok ada Ibu-Ibu yang minta tolong nitip anaknya sekalian. Dari mana dia tahu kalau pagi ini yang nganter Tata aku? Batin Jalidin.

Mbak Diyah yang ngasih tahu pasti. Batin Jalidin masih malu-malu. Mbak Diyah Kakaknya Jalidin kerja di kantor pemerintahsering ke luar daerah. 

"Mas Jalidin nitip Riri sekalian ya." Ibunya Riri kok masih muda banget? Jalidin seperti kesambet.

"Ya, Mbak." Ingin ngomong banyak tapi enggak keluar.

Kenapa ibunya Riri jadi mengganggu pikirannya? 

Din, dia single parent. Hm WA mBak Diyah nambah kacau saja. 

Kekekekekekekek

Adji Soegiatno

Posting Komentar

0 Komentar